Sabtu, 21 April 2012

Something happen with me

Something happen with me but i don't what is it. I don't know what i feel but i thing i'm happy now. gue rasa gue udah bener-bener bisa move on deh dari itu cowok pecundang. Yaa gue pikir2 biarin ajalah mereka mau ngapain. whatever i don't care. Yang jelas saat ini gue udah ngerasa nyaman deket sm temen gue. yaaa, temen sih. Orangnya seru, humoris, ya asik lah pokoknya. Cuman memang sebisa mungkin gue menstop rasa gue ini ke dia. Kalo bisa ya dijadiin sahabat aja. Intinya jangan sampai terjebak dan jatuh sama temen sekelas lagi untuk sekian kalinya. Ya emang itu yang gue takutin. Hmm.... Dia datang secara tiba2 dan membuat gue nyaman secara tiba2 juga. Tapi gue rasa setelah mulai masuk sekolah kami semakin ada jarak lagi diantara gue sma dia. Dan sejujurnya gue merasa kehilangan. Seperti yang gue sebutin lagi, gue udah ngerasa nyaman sma dia. well sejauh ini masih baik2 aja, cuman memang kemarin waktu masuk pertama ada sedikit rasa canggung. Apa lagi pas saling tatap dan ketemu mata, untung salting gue gak parah2 amat.Kayak tadi tuh pas hari kartini, hampir aja salting banget, untung gue sma dia emang biasa bercandaan, jdi masih dianggap bercandaan wajar aja. Tapi jujur aja nih, pas dia tanya apa gue jeoluse? dalam hati gue batin yes i'm very jeoulse. Tapi gue cuman senyum dan ah entahlah apa yang gue bilang tadi, sebenarnya itu salting, tapi berhubung kami sering bercandaan, jadinya gk begitu kelihatan deh :D. gue harap sih ini masih perasaan nyaman aja berteman sma dia, semoga gak lebih. :D
*yang tahu diem aja ya :D*

Sabtu, 07 April 2012

Dan kau yang ada disana. Yang katanya tak menginginkannya. Berapa kali memeberikan kepercayaan? dan berapa kali kau mengkhianatinya? Haruskah aku memberikan kepercayaan itu lagi untuk mempertahankan pertemanan kita?Lalu untuk apa pertemanan itu jika nyatanya kamu mengkhianatinya lagi? Itukah yang katanya hanya sahabat? atau memang dasar laki-lakinya yang kelewatan?Sejujurnya aku juga tak menginkan situasi yag seperti ini. Tapi harusnya kamu bisa mengerti. Bukankah kita sama-sama perempuan?  Bukankah harusnya kamu bisa merasakan jika berada diposisiku? Lalu kenapa kau masih melakukan ini padaku? Itukan yang kau maksud menghindar? Tak perlu kau menjelek-jelekanku didepannya. jika memang kau menginginkannya, ambillah. Tapi tak bisakah kau tak melarangku untuk berteman dengannya? Seperti aku mengijinkanmu berteman dengannya dulu, bahkan pada akhirnya kalian melakukan yang lebih dari itu. Aku sudah tidak peduli bagaimana cerita sebenarnya.. Aku sudah tidak peduli apakah yang aku duga dulu benar ataukah tidak. yang aku iningkan sekarang hanyalah hubungan pertemanan yang baik. Bukan hanya sebagai statusatau diucab melalu mulut, tapi juga sikap. sikap sebagai teman. perlakukan sma seperti yang lain. Aku sudah terlalu lelah untuk menghadapi maslah ini. Dua bulan memang waktu yang cukup singkat untuk menyukai orang lain, untuk berpaling. Tapi dua bulan waktu yang lama untuk melupakan seseorang. Dan semakin kondisinya memburuk, semakin lama pula aku melupakan. Semakin kalian memaksa untuk menghapusnya, semakin kuat pula perasaan ini. Jagan pernah paksa aku. Bersikaplah sebagai teman yang sewajarnya, dan biarkan perasaan ini menghilang dengan sendirinya. Aku tak kan pernah menggangu jika kalian bisa bersikap sewajarnya. Bahkan jika aku boleh memilih dan waktu dapat berulang lagi, aku memilih untuk tak pernah masuk ke kehidupan lelaki itu asal kita semua dapat berteman dengan baik selamanya, dari pada harus berakhir seperti ini.Aku ingin keadaan ini cepat membaik.Aku benar-benar lelah menghadapi smeua ini.

What ever

Bukan aku meminta balasan, bukan pula meminta imbalan, Tapi mengapa kau tak memberikan kesempatan seperti aku memberikan berkali-kali kesempatan untukmu? Mengapa kau tak memafkan seperti aku memaafkanmu dulu? bukan awalnya harusnya aku yang marah? kau bermain dibelakangku. Kucoba menepis semua perasaan burukku. Tapi aku sudah tak sanggup. Aku tak dapat lagi menahan rasa amarahku. Aku tak menegerti mengapa kalian melakukan ini padaku? Salah apakah aku? Atau ini bentuk balas dendammu dri masa lalu kita? Inikah balasan yang ingin kau tunjukan karena aku pernah mencuekkan dirimu? Aku tak menghiraukanmmu, bukankah aku sudah pernah memberi alasan mengapa aku melakukannya? Dan bukankah kau menerima alasan itu? Lalu mengapa kau tak mempercayaiku seperti aku mempercayaimu dulu? Mengapa kau melakukan semua ini? Mana janji-janji yang dulu pernah kau iming-imingkan untukku? Kemana rencana-rencana yang telah kau buat untuk kita? Sekeras itukah hatimu, Sebesar itukah egomu, hingga bertemanpun rasanya kamu tidak bisa. Bahkan kini kau hanya menganggapku selalu salah. Harusnya saat itu kau tak terlalu meninggikanku, harusnya kau tak perlu terlalu menyanjungku, jadi aku tak kan merasa sejatuh ini, aku tak merasa sesakit ini. Egomu yang terlalu tinggi atau memang pikiranmu sekarang seudah dikuasainya. semua yang ia katakan selalu kau anggap benar. apapun itu. Memang aku melakukan apa padanya hari ini? Aku tak merasa melakukan apapun. Bukankah kamu bisa melihat sendiri bahwa hari ini aku hanya duduk di bangkuku mengurus setumpuk uang piknik? Lalu tiba-tiba kamu menuduhku begitu saja. Bahkan kamu tak bisa memberi bukti atas tuduhanmu. Apa karena dia yang mengatakan, hingga kamu langsung percaya? dan langsung menyalahkanku. Apa yang dia katakan? apa yang dia adukan? dia bilang aku apain? Tidak bisakah kamu mepercayaiku seperti dulu? seperti dulu saat aku memberi kepercayaan padamu, dan kamu menghianatinya. Mungkin memang aku yang salah. Harusnya aku tak terlalu jauh masuk ke dalam kehidupan kamu. Dari awal memang ada banyak keraguan yang menyelimutiku. Keraguan karena masalalumu. keraguan karena semua cerita yang aku terima. Keraguan karena memang aku tak mengenalmu jauh. Dan kau selalu meyakinkanku. Kamu minta aku percaya dan aku memberikan kepercayaan itu. kamu minta kesempatan dan aku memberikan kesempatan itu. Lalu apakah ini balasan dari semuanya. Semua yang sudah kita jalani selama ini. kesepatan yang pernah aku beri, kepercayaan yang pernah aku beri, kau menghancurkannya begitu saja, Kau mengkhiaanati semuanya. Itukah yang dulu kau maksud dengan sahabat? Kamu merasa aku larang? Bukankah aku melarang setelah menurutku hubugan kalian sudah kelewatan. Lalu kamu masih bisa berkata ini salahku? Tidakkah kamu sadar aku benar-benar tersakiti disini? tidakkah kamu sadar kamu telah mengkhianatiku? Mana janji manismu? Setia? Mana prinsipmu? Bukankah yang namanya prinsip tak akan pernah dilanggar oleh pemiliknya? Aku jenuh. Aku lelah. Aku lelah dengan kondisi ini. Bahkan aku masih tak mengerti dengan keadaan ini.

Selasa, 03 April 2012

Coret lagi :D

Tersenyumlah saat kau melihatku, karena saat itu aku sangat merindukanmu.
Dan menangislah saat kau merindukanku, karena saat itu aku tak berada disampingmu.
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu, karena saat itu aku akan terasa ada di dekatmu.
Karena aku telah berada di hatimu untuk semuanya.
Tak ada yang tersisa lagi untukku, selain kenangan-kenangan yang indah bersamamu.
Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta.
Mata indah yang dahulu adalah milikku.Kini semuanya terasa jauh meninggalkanku.
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu.Hati, cinta, dan rinduku adalah milikmu.
Cintamu tak akan pernah membebaskanku.
BAGAIMANA MUNGKIN AKU TERBANG MENCARI CINTA YANG LAIN, SAAT SAYAP-SAYAPKU TELAH PATAH KARENAMU.
Cintamu akan tetap tinggal bersamaku. Hingga akhir hayatku, dan setelah kematian.
Hingga tangan Tuhan akan menyatukan kita lagi.
Betpapun hati telah terpikan pada sosok terang dalam kegelapa, Yang tengah menghidupkan sinar redupku.
Namun tak dapat menyinari, dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya.
Aku tidak akan pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu.
Karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku.
Kau tak kan pernah terganti, bagai pecahan logam, mengekalkan, kesunyian, kesendirian, dan kesedihanku.
Kini, aku telah kehilanganmu.................

Coretan

Tuhanku Yang Maha Penyayang, Jika memang cerita ini harus berakhir disini, jangan kau akhiri pula hubungan pertemanan kami. Berikan hubungan pertemanan yang baik untuk kami. Seujujurnya aku hanya menginginkan hubungan kami baik seperti sedia kala. sebelum ada cerita apapun. sebelum 8 bulan berjalan.
Aku hanya ingin semuanya membaik seperti sedia kala. seperti saat pertama kali kami kenal. menjadi teman. teman yang bener-bener teman. bukan karena paksaan. atau hanya status sebagai teman. aku ingin sikapnya juga juga sebagai teman. bersikap sewajarnya sebagai teman.
Aku benar-benar hanya menginginkan itu. Tidak lebih. Hanya sikap yang sama seperti yang diberikan ke teman-teman yang lain. Tanpa harus mendiamkanku. Kalau memang bisa berteman kenapa harus musuhan. Bukankah dari awal sudah bilang kalau pada akhirnya semuanya selesai, kita akan tetap berteman? seperti sebelum semuanya terjadi.
Aku terima jika pada akhirnya secepat itu kamu ingin mendapatkan yang lain. Aku terima jika pada akhirnya kamu memang ingin bersamanya. Bahkan aku sudah tidak peduli tentang bagaimana cerita yang sebenarnya. Tentang apakah kamu memang bermain dibelakang, ataukah tidak. Aku sudah tidak perduli. Yang aku inginkah hanya menjalin hubungan pertemanan yang baik. Bersikaplah sewajarnya. Seperti yang lain. seperti sikap yang kau berikan ke temena-teman yang lain.
Sekeras itukah hatimu? Mau berapa lama kamu bersikukuh untuk mempertahkan sikapmu ini?

Corat-Coret

Tuhanku, aku tahu bahwa engkau maha adil. Yang aku alami sekarang mungkin adalah balasan yang pernah aku lakukan dulu. Saat aku sering mengabaikan dan tak menghiraukannya dan ia tetap bersabar untuk menerimanya. Tapi sungguh aku tak pernah mengira bila beginilah akhir ceritanya.
Bagaimanamungkin aku bisa mengira, bila ia yang dulu adalah seorang yang sabar menunggu. Ia yang begitu perhatian kepadaku. Ia yang tak pernah lelah mengejarku. Ia yang dulu bagaikan sosok malaikat yang lebut bagiku.
Tapi mengapa saat aku mulai menyadarinya, engkau mengubah jalan ceritanya? Semua berjalan begitu indah, sebelum kau masukkan tokoh baru dalam cerita ini.
Kini semua hancur begitu saja setelah kedatangan gadis yang sama sekali tak pernah kuinginkan untuk hadir di kehidupan kami. Aku merasa ia merebut semuanya dariku. Ia menghancurkan cerita yang semula sudah berjalan indah. Ia merusak semuanya.
Hanya saja, jika memang ini jalanmu, dan jika menurutmu inilah jalan yang terbaik untukku, aku akan menerimanya. Satu yang kupinta dariMu, ikhlaskan au untuk menerima semuanya, kuatkan aku dalam menjalani kehidupanku tanpanya, biarkan aku menikmati dalam menjalani cerita baru yang telah kau buat, Lapangkan dadaku untuk menyaksikannya, buatlah aku rela untuk melepasnya.
Tuhan....Aku percaya kau telah mempersiapkan cerita lain yang lebih indah untukku....